Mazda RX-7

Mengintip Legenda Mazda RX-7 Japan Domestic Market

Membahas mobil Jepang terutama mobil JDM tentunya bakal menjadi percakapan yang paling panjang. Hal ini disebabkan mobil JDM berjumlah puluhan disertai dengan variasi model, spesifikasi dan sejarah yang berbeda-beda. Dari sekian tidak sedikit mobil tersebut, anda akan kupas 6 mobil utama yang adalahmobil JDM legendaris yang dapat mengusung reputasi mobil Jepang di dunia otomotif dunia.
Selain dari segi performa mobil, kriteria yang anda ambil guna menilai susunan ini pun tentunya menurut dari reputasi, keanehan serta nilai sejarah yang dipunyai oleh mobil sampai-sampai mobil tersebut pantas untuk dinamakan sebagai JDM Hero.

Mazda RX7
“The Rotary Hero” (1991-2002)
Model : RX-7 FD3S
Jumlah buatan : 68.589 unit
Layout : FR (Front Engine – RWD)
L/ W/ H/ WB (mm) : 4295/ 1760/ 1230/ 2425
Engine : 13B-REW
Engine Type : Rotary 2-rotor wankel, sequential twin-turbo
Capacity : 654 cc x2 / 1.3L
Power : 276 hp (Gentlemen’s Agreement)
Torque : 217 lbft
Gearbox : 5 speed Manual
Tires : 225/50ZR16
Weight ` : 1310 Kg
Top Speed : 159 Mph/ 256 Kph
0-60 mph : 5,3 detik
0-100 mph : 13,9 detik

Mazda RX-7
Mazda RX-7 JDM

Generasi ketiga dari Mazda RX7 yang dinamakan FD ini adalah mobil yang mengangkat kejayaan mesin rotary di dunia. Maka tidak heran bilamana kita berkata mengenai tentang sejarah mesin rotary, RX7 tentu akan disebutkan. Diantara semua pesaing di masanya laksana Nissan 300ZX, Mitsubishi GTO, dan Toyota Supra, tidak sedikit yang pengamat otomotif ketika tersebut menyatakan bahwa RX7 FD adalahmobil yang berfokus pada pengemudi. Hal itu dikarenakan ketika tersebut mobil ini adalah satu-satunya yang didesain murni sebagai mobil sport 2 kursi. Selain tersebut chassis nya sudah dioptimalkan menjadi melulu seberat 1300 Kg dan memiliki penyaluran beban 50:50.
Art of Rotation
Mesin RX7 FD yakni 13B-REW adalah mesin rotary yang terdiri dari 2 wankel rotor dengan sequential twin turbocharger yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 252 hp di mula produksinya dan dioptimalkan menjadi 276 hp di akhir masa produksinya.
Dilansir dari situs https://betwin188.online/ mesin 13B-REW ini adalah salah satu mesin rotary terbaik sebab meskipun penerus dari RX7 yakni RX8 pun mempunyai mesin rotary 13B, akan namun mesin itu mempunyai power yang lebih rendah dikomparasikan dengan mesin RX7 sebab di desain tanpa force induction alias NA (Naturally Aspirated). Di samping itu, mesin dari RX8 di desain untuk meminimalisir emisi sertamenambah fuel economy, sebab salah satu ‘kekurangan’ dari mesin rotaryialah konsumsi bahan bakar dan emisi exhaust yang besar. Itulah yangmemberi batas dan menyebabkan mesinnya tidaklah segarang RX7.
Sistem sequential twin turbocharger di RX7 FD yang diperkenalkan pada tahun 1992 adalahsebuah desain mekanik yang lumayan kompleks. Sistemnya terdiri dari 2 turbocharger dimana turbocharger kesatu menyerahkan pasokan power di RPM rendah, sementara turbocharger kedua standby danbakal mulai aktif saat akselarasi sarat sudah menjangkau setengah dari rentang RPM. Turbocharger yang kesatu menyerahkan pasokan turbo sebesar 10 psi (0,7 bar) mulai dari 1800 RPM, sementara turbocharger kedua bakal aktif di putaran 4500 RPM untuk menjaga pasokan turbo 10 psi (0,7 bar)sebatas akhir RPM (redline).
Di jalur lurus RX7 FD memang tidak secepat semua pesaing di masanya, akannamun dalam urusan handling, mobil ini mempunyai handling yangspektakuler bahkan bisa dikategorikan sebagai di antara mobil dengan handling terbaik sepanjang masa. RX7 FD mempunyai keseimbangan, cengkraman (grip), pengereman dan eksodus gigi yang paling baik. Sistem kemudinya ringan, cepat dan responsif.
Karakter dari RX7 FD lainnya terletak pada suara raungan mesinnya yangpaling khas. Putaran rotor dari mesin rotary memberikan keanehan tersendiri terhadap karakter suara RX7, lagipula bila mesinnya telah dimodifikasi menjadi 4 rotor, sedapnyaaa hehe. Di samping itu, desain body menarik yang timeless serta pastinya pop-up headlamp (lampu cilukba) semakin menjadikan RX7 sebagai mobil yang berkarakter.
Pada pertengahan 90-an, krisis ekonomi menyebabkan pasar mobil sport global dan Amerika mengalami dekadensi sehingga terjadi peralihan trend konsumen mobil yang lebih mengarah untuk SUV. Hal ini menyebabkan ekspor RX7 menjadi terhenti (sama halnya dengan semua pesaingnya). Selanjutnya RX7 masih dipasarkan dan dikembangkan di Jepang hingga akhir 2002 dimana ketika tersebut diberlakukan ketentuan baru tentang emisi yang kesudahannya menghentikan penjualan RX7.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *